Thursday, November 15, 2018

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 9-10 TAHUN

Usia
kemampuan
Perkembangan
Kognitif
Perkembangan Fisik
Perkembangan Bahasa
Perkembangan Sosial Emosional
9 – 10 tahun










Umumnya anak usian sd berada pada periode operasional kongkrit. Periode ini dicirikan pemikiran yang Refelsibel, mulai mengkonserpasi pemikiran tertentu, adaptasi gambaran yang menyeluruh, melihat suatu objek dari berbagai suatu pandang, mampu melakukan seriasi, dan berfikir kausalitas.

a.   Operasi berfikir revesibel anak usia sd sudah mulai berkembang kemampuan berfikir logis, yakni berfikir yang menggunakan operasi-operasi logis tertentu. Operasi yang mereka gunakan bersifat refelsibel artinya dapat dipahami dalam dua arah. Cara berfikir ini sangat tampak dalam logika matematika seperti pada penjumlahan, pengurangan, dan persamaan. Menurut piaget ciri utama periode operasional kongkrit adalah transportasi revesibel dan system kekekalan.

b.   Kekekalan (konservasi) hasil penelitian piaget menunjukan bahwa ada 6 perkembangan kekekalan pada anak periode opersional konkret. Pertama, kekekalan bilangan yang muncul pada usia 5-6 tahun. Kedua, kekekalan subtensi yang muncul pada usia sekitar 7-8 tahun. Ketiga, kekekalan panjang yang berkembang sekitar usia 7-8 tahun. Keempat, kekekalan luas yang umumnya berkembang bersamaan dengan berkembangnya kekekalan panjang. Kelima, kekekalan berat yang umumnya berkembang pada usia 9-10 tahun. Keenam, kekekalan volume yang umumnya berkembang pada usia 11/12 tahun



http://id.wikipedia.org/wiki/teori_perkembangan_kognitif
Anak sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Secara fisik, anak SD memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelumnya dan sesudahnya.
1.   Tinggi dan berat badan
Pertumbuhan fisik anak pada usia SD cendrung lebih lambat dan konsisten bila dibandingkan dengan masa usia dini. Rata-rata anak usia SD mengalami penambahan berat badan sekitar 2.5 -3.5 kg, dan penambahan tinggi badan 5-7 cm pertahun (F.A Hadis 1996)
2.   Proporsi dan bentuk tubuh
Anak SD kelas-kelas awal umumnya memilik proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurang seimbangan ini sedikit demi sedikit mulai berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati seimbang. Berdasarkan tipologi Sheldon ( Hurlock 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD yaitu :
·     Endomorph yakni tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar
·     Ectomorph yang tampak tinggi, dada pipih, lemak dan seperti tak berotot
3.    Otak
Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bagian tubuh lain, pertumbuhan otak dan kepala jauh lebih cepat. Menurut santrock dan yussen, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada usia dini. Menjelang umur 5 tahun, ukuran otak anak mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Kematangan otak yang dikombinasikan dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak.

Tahapan perkembangan Bahasa anak menurut Ross dan Roe (Zuchdi dan Budiasih, 1997) membagi fase/tahap perkembangan Bahasa anak seperti berikut :
Perkiraan umur 7 tahun – 11 tahun fase Semantik kemampuan anak dapat membedakan kata sebagai symbol dan konsep yang terkandung dalam kata.

Perkembangan semantic selama periode usia sekolah dan dewasa, ada dua jenis penambahan makna kata. Secara horiusontal, anak semakin mampu memahami dan dapat menggunakan suatu kata dengan nuansa makna yang agak berbeda secara tepat.
Penambahan vertical berupa penambahan jumlah kata yang dapat dipahami dan digunakan dengan tepat (Owens dalam Budiasih dan Zuchdi, 1997).
Menurut lindfors, perkembangan semantic berlangsung dengan sangat pesat di SD. Kosa kata anak bertambah sekitar 3000 kata per tahun (Tompkins,1995).
Menurut budiasih dan zuchdi (1997), anak usia SD sudah mampu mengembangkan Bahasa figurative yang memungkinkan penggunaan Bahasa secara kreatif. Bahasa figurative menggunakan kata secara imajinatif, tidak secara literal atau makna sebenarnya untuk menciptakan kesan emosional. Yang termasuk Bahasa figurative adalah a. ungkapan misalnya kepala dingin, b. kiasan, misalnya “wajahnya seperti bulan purnama.”. d. pribahasa, misalnya “menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri.”

Referensi :

Zuchdi, Darmiati dan Budiasih. 1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas
Rendah. Jakarta: Depdikbud

Tompkins, G.E. dan Hoskisson, K. 1995. Language Arts: Content and Teaching Strategies.
Columbus, O.H.: Prentice Hall Inc.


Antara umur 7-9 tahun, anak-anak membentuk persahabatan dan dan menurut penelitian, anak-anak telah mempercayakan teman-temannya sebagai sumber sosial dan sebagai pemberi dukungan moral. Masalah-masalah yang bisa didapati anak-anak dalam masa perkembangannya seperti : tidak diterima dalam kelompok, tidak mempunyai sahabat, dimarahi orang tua, sakit hati,dsb. Emosi lain dari masa ini meliputi marah, merasa bersalah, frustasi, dan iri hati.
Kemampuan Perkembangan

Kemampuan berpikir, dan memberikan alasan, berkembang secara matang antara usia 6 sampai 10 tahun. Sesuai dengan perkembangan kognitif, kemampuan anak dalam memecahkan suatu persoalan pun berkembang. Namun demikian, konsep yang dapat dimengerti oleh anak masih sederhana. Konsep tentang masa lalu, misalnya, biasanya masih sangat abstrak bagi anak-anak untuk dapat dipahami










(contoh: Kemampuan menyelesaikan masalah)

1.   Anak sudah mampu memahami logika matematika seperti A+B=C maka A=C-B atau B=C-A
2. Kemampuan mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah
3. Kemampuan menyelesaikan masalah yang tidak rutin
4. Mampu memeriksa kesahihan suatu argumen

(contoh: Kemampuan menguasai senam irama)

1. Kelenturan
2. Keseimbangan
3 .Ketepatan dengan irama
(contoh: Kemampuan membaca pemahaman)

1. pemahaman mengenai ide-ide dan informasi yang eksplisit dalam bacaan
2.anak dapat merangkum isi bacaan atau membuat ringkasan dari isi bacaan keseluruhan
3. kemampuan mengevaluasi dan bereaksi secara personal terhadap informasi yang disajikan dalam bacaan
dst
(contoh: Keterampilan sosial)


1. kerja sama
2. bersaing
3.menolong
4. simpati
5. empati

dst

No comments:

Post a Comment