SISTEM
PENDIDIKAN FULLDAY SCHOOL
PENDAHULUAN
Lembaga
pendidikan dipandang sebagai industri yang dapat mencetak jasa yaitu jasa
pendidikan. Lewat pendidikan orang mengharap supaya semua bakat, kemampuan dan
kemungkinan yang dimiliki bisa dikembangkan secara maksimal, agar orang bisa
mandiri dalam proses membangun pribadinya.
Kesuksesan
pendidikan terletak pada kurikulum. Kurikulum yang diterapkan harus relevan
dengan kebutuhan anak didik dan tuntutan orangtua. Selain sekolah harus
menampilkan ciri khas yang dapat dilirik masyarakat, juga yang paling utama
sekolah mampu memastikan bahwa sekolah tersebut benar-benar mempunyai kelebihan
dalam berbagai hal.
Keunggulan
sebuah sekolah ditentukan oleh manajemen sekolah tersebut. Salah satu indikasi
bahwa pendidikan si suatu sekolah sukses adalah apa yang diberikan kepada murid
sesuai dengan kebutuhan siswa dan para orangtua murid, selain itu juga didesain
mampu memberikan harapan pasti terhadap masyarakat juga menciptakan manusia
yang berkualitas sebagaimana termuat dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003.
Untuk
mewujudkan tujuan itu, banyak sekali usaha yang dilakukan lembaga pemerintah
maupun swasta dengan menerapkan sistem atau kurikulum yang dirasa pas untuk
mewujudkan tujuan tersebut, salah satunya adalah dengan membentuk
sistem fullday school.
Oleh
karena itu, pemakalah akan membahas sistem full day school yang
merupakan sekolah yang dirancang sedemikian rupa layaknya sekolah formal.
SISTEM
PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL
A. Pengertian Full
day school
Menurut
etimologi, kata full day school berasal dari Bahasa Inggris. Terdiri
dari kata full mengandung arti penuh, dan day artinya
hari. Maka full day mengandung
arti sehari penuh. Full day juga berarti hari sibuk.
Sedangkan schoolartinya sekolah.[1] Jadi,
arti dari full day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses
belajar mengajar yang dilakukan mulai pukul 06.45-15.00. Dengan demikian,
sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan
bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi.
Jika
dilihat dari makna dan pelaksanaannya, full day school sebagian
waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya informal, tidak
kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan inovasi dari
guru. Dalam hal ini, Salim berrpendapat berdasarkan hasil penelitian bahwa
belajar efektif bagi anak itu hanya 3-4 jam sehari (dalam suasana formal) dan
7-8 jam sehari (dalam suasana informal).[2]
Metode
pembelajaran full day school tidak melulu dilakukan di dalam kelas,
namun siswa diberi kebebasan untuk memilih tempat belajar. Artinya siswa bisa
belajar dimana saja seperti halaman, perpustakaan, laboratorium dan lain-lain.
B. Tujuan
Pembelajaran Full day school
Sebagaimana
yang kita ketahui di berbagai media massa yang seringkali memuat
pemberitaan tentang berbagai penyimpangan yang banyak dilakukan
remaja sekarang. Hal ini lah yang memotivasi para orangtua untuk mencari
sekolah formal sekaligus mampu memberikan kegiatan-kegiatan positif (informal)
pada anak mereka.
Dengan
mengikuti full day school, orangtua dapat mencegah dan menetralisir
kemungkinan dari kegiatan-kegiatan anak yang menjurus pada kegiatan yang
negatif. Banyak alasan mengapa full day school menjadi pilihan,
antara lain:[3]
a. Meningkatnya
jumlah orangtua tunggal dan banyaknya aktifitas orangtua yang kurang memberikan
perhatian pada anaknya, terutama yang berhubungan dengan aktifitas anak setelah
pulang sekolah.
b. Perubahan
sosial budaya yang tarjadi di masyarakat, dari masyarakat agraris menuju ke
masyarakat industri. Perubahan tersebut jelas berpengaruh pada pola pikir dan
cara pandang masyarakat.
c. Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat sehingga jika tiddak dicermati,
maka kita akan menjadi korban, terutama korban teknologi komunikasi.
Dari
kondisi seperti itu, akhirnya para praktisi pendidikan berpikir keras untuk
merumuskan suatu paradigma baru dalam dunia pendidikan. Untuk memaksimalkan
waktu luang anak-anak agar lebih berguna, maka diterapkan sistem full day
schooldengan tujuan: membentuk akhlak dan akidah dalam menanamkan nilai-nilai
positif serta memberikan dasar yang kuat dalam belajar di segala aspek.
Apa
dan bagaimana sesungguhnya nilai keunggulan full day school? Berikut ini
adalah beberapa nilai plus sekolah yang berbasis formal dan informal ini.
Pertama, anak mendapat pendidikan umum antisipasi terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan. Kedua, anak memperoleh pendidikan keislaman secara layak dan
proporsional. Ketiga, anak mendapatkan pendidikan kepribadian yang bersifat
antisipatif terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya
arus informasi dan globalisasi yang membutuhkan nilai saring. Keempat, potensi
anak tersalurkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler dan kelima
perkambangan bakat, minat dan kecerdasan anak terantisipasi sejak dini melalui
pantauan program bimbingan dan konseling.[4]
Selain
beberapa keunggulan diatas, full day school juga memiliki kelebihan
yang membuat para orangtua tidak khawatir terhadap keberadaan putra-putrinya,
antara lain: pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi
seminimal mungkin karena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama, terencana
dan terarah, suami-istri yang keduanya harus bekerja tidak akan khawatir
tentang kualitas pendidikan dan kepribadian putra-putrinya karena anak-anaknya
dididik oleh tenaga pendidik yang terlatih dan profesional, adanya perpustakaan
di sekolah yang representatif dengan suasana nyaman dan enjoy sangat membantu
peningkatan prestasi belajar anak, siswa mendapatkan pelajaran dan bimbingan
ibadah praktis.
C. Latar
Belakang Munculnya Full day school
Munculnya
system pendidikan full day school di Indonesia diawali dengan
menjamurnya istilah sekolah unggulan sekitar tahun 1990-an, yang banyak
dipelopori oleh sekolah-sekolah swasta termasuk sekolah-sekolah yang berlabel
Islam. Dalam pengertian yang ideal, sekolah unggul adalah sekolah yang fokus
pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya. Kualitas
proses pembelajaran bergantung pada system pembelajarannya. Namun faktanya
sekolah unggulan biasanya ditandai dengan biaya yang mahal, fasilitas yang
lengkap dan serba mewah, elit, lain daripada yang lain, serta tenaga-tenaga
pengajar yang “professional” walaupun keadaan ini sebenarnya tidak menjamin
kualitas pendidikan yang dihasilkan.[5]
Term
unggulan ini yang kemudian dikembangkan oleh para pengelola di sekolah-sekolah
menjadi bentuk yang lebih beragam dan menjadi trade mark, diantaranya
adalah fullday school.
Program fullday
school yang biasanya diterapkan mulai pukul 06.45-15.00 WIB membuat anak
banyak menghabiskan waktunya dilingkungan sekolah bersama teman-temannya. Selain
waktu yang lebih banyak, biasanya sekolah dengan sistem ini tidak terlepas dari
biaya yang dikeluarkan perbulannya bagi setiap orang tua yang memasukkan
anaknya di sekolah fullday, karena biasanya sekolah yang menerapkanfullday
school biayanya jauh lebih mahaldari sekolah yang masuk biasa. Hal
tersebut disebabkan karena kualitas dan kuantitas yang dimiliki sekolah dengan
sistem fullday schooljauh lebih lengkap dan lebih baik.
Meskipun
memiliki rentang waktu yang lebih panjang yaitu dari pagi sampai sore, sistem
ini masih bisa diterapkan di Indonesia dan tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang ada. Sebagaimana dijelaskan dalam Permendiknas No. 22
Tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa setiap jenjang pendidikan telah ditentukan
alokasi jam pelajarannya. Dalam fullday school ini waktu yang ada
tidaklah melulu dipakai untuk menerima materi pelajaran namun sebagaian
waktunya dipakai untuk pengayaan.
D. Faktor
Penunjang Full day school
Setiap
sistem pembelajaran tentu memiliki kelebihan (faktor penunjang) dan kelemahan
(faktor penghambat) dalam penerapannya, tak terkecuali sistem full day
school. Adapun faktor penunjang dari pelaksanaan sistem ini adalah setiap
sekolah memiliki tujuan yang ingin dicapai, tentunya pada tingkat kelembagaan.
Untuk menuju kearah tersebut, diperlukan berbagai kelengkapan dalam
berbagai bentuk dan jenisnya. Salah satunya adalah sistem yang akan digunakan
di dalam sebuah lembaga tersebut.
Diantara
faktor-faktor pendukung itu diantaranya adalah kurikulum. Pada dasarnya
kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Kesuksesan
suatu pendidikan dapat dilihat dari kurikulum yang digunakan oleh sekolah.
Faktor pendukung berikutnya adalah manajemen pendidikan. Manajemen sangat
penting dalam suatu organisasi. Tanpa manajemen yang baik, maka sesuatu yang
akan kita gapai tidak akan pernah tercapau dengan baik karena kelembagaan akan
berjalan dengan baik, jika dikelola dengan baik.[6]
Faktor
pendukung yang ketiga adalah sarana dan prasarana. Sarana pembelajaran
merupakan sesuatu yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses belajar
setiap hari tetapi mempengaruhi kondisi belajar. Prasarana sangat berkaitan dengan
materi yang dibahas dan alat yang digunakan. Sekolah yang menerapkan full
day school, diharapkan mampu memenuhi sarana penunjang kegiatan pembelajaran
yang relevan dengan kebutuhan siswa. [7]
Faktor
pendukung yang terakhir dan yang paling penting dalam pendidikan dalam SDM.
Dalm penerapan full day school, guru dituntut untuk selalu memperkaya
pengetahuan dan keterampilan serta harus memperkaya diri dengan metode-metode
pembelajaran yang sekiranya tidak membuat siswa bosan karena full day
schooladalah sekolah yang menuntut siswanya seharian penuh berada di sekolah.
Faktor
lain yang signifikan untuk diperhatikan adalah masalah pendanaan. Dana
memainkan peran dalam pendidikan. Keuangan merupakan masalah yang cukup
mendasar di sekolah karena dana secara tidak langsung mempengaruhi kualitas
sekolah terutama yang berkaitan dengan sarana dan prasarana serta sumber
belajar yang lain.[8]
E. Faktor
Penghambat Full day school
Faktor
penghambat merupakan hal yang niscaya dalam proses pendidikan, tidak terkecuali
pada penerapan full day school. Faktor yang menghambat penerapan sistem full
day school diantaranya :
Pertama,
keterbatasan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana merupakan bagian dari
pendidikan yang vital untuk menunjang keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu
perlu adanya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik untuk dapat dapat
mewujudkan keberhasilan pendidikan. Banyak hambatan yang dihadapi sekolah dalam
meningkatkan mutunya karena keterbatasan sarana dan prasarananya. Keterbatasan
sarana dan prasarana dapat menghambat kemajuan sekolah.[9]
Kedua,
guru yang tidak profesional. Guru merupakan bagian penting dalam proses belajar
mengajar. Keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh
profesionalitas guru. Akan tetapi pada kenyataannya guru mengahadapi dua yang
dapat menurunkan profesionalitas guru. Pertama, berkaitan dengan faktor dari
dalam diri guru, meliputi pengetahuan, keterampilan, disiplin, upaya pribadi,
dan kerukunan kerja. Kedua berkaitan dengan faktor dari luar yaitu berkaitan
denagan pekerjaan, meliputi manajemen dan cara kerja yang baik, penghematan
biaya dan ketepatan waktu. Kedua faktor tersebut dapat menjadi hambatan bagi
pengembangan sekolah. [10]
F. Keunggulan dan
Kelemahan Sistem Full day school
Setiap
sistem tidak mungkin ada yang sempurna, tentu memiliki keunggulan dan
kekurangan termasuk sistem full day school. Diantara keunggulan sistem ini
adalah:[11]
·
Anak anak akan
mendapatkan metode pembelajaran yang bervariasi dan lain daripada sekolah
dengan program reguler.
·
Orang tua tidak akan
takut anak akan terkena pengaruh negatif karena untuk masuk ke sekolah tersebut
biasanya dilakukan tes (segala macam tes) untuk menyaring anak-anak dengan
kriteria khusus (IQ yang memadai, kepribadian yang baik dan motivasi belajar
yang tinggi)
·
Sistem Full day
school memiliki kuantitas waktu yang lebih panjang daripada sekolah biasa.
·
Guru dituntut lebih
aktif dalam mengolah suasana belajar agar siswa tidak cepat bosan.
·
meningkatkan gengsi
orang tua yang memiliki orientasi terhadap hal-hal yang sifatnya prestisius.
·
Orang tua akan
mempercayakan penuh anaknya ada sekolah saat ia berangkat ke kantor hingga ia
pulang dari kantor
Sedangkan
kelemahan dari sistem ini adalah:
·
Siswa akan cepat bosan
dengan lingkungan sekolah
·
Lebih cepat stress
·
Mengurangi
bersosialisasi dengan tetangga dan keluarga
·
Kurangnya waktu bermain
·
Anak-anak akan banyak
kehilangan waktu dirumah dan belajar tentang hidup bersama keluarganya.
G. Pengembangan Institusional
Pendidikan Full day school
Penerapan full
day school adalah salah satu inovasi baru dalam sistem pembelajaran.
Konsep dan pengembangan inovasi ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan
karena mutu pendidikan di Indonesia sekarang ini dipertanyakan. Maka berbagai
cara dan metode di kembangkan. Penerapan full day school ini juga
untuk mengembangkan kreatifitas yang mencakup tiga ranah yaitu kognitif,
afektif dan psikomotorik. Dengan diberlakukannya sistem full day school,
guru bisa langsung mengawasi siswa dan menilai kemampuan di bidang edukatifnya.
Selain itu sistem ini juga dapat mengakrabkan guru dengan murid-muridnya.
Pembelajaran
yang dilakukan pada full day school diharapkan membuat waktu anak
banyak terlibat dalam kelas yang bermuara pada produktifitas yang tinggi dan
siswa juga menunjukkan sikap yang lebih positif dan terhindar dari
penyimpangan–penyimpangan karena keseharian berada di dalam sekolah dan dalam
pengawasan guru. Selain itu anak jelas akan mendapatkan metode pembelajaran
yang bervariasi dan lain daripada sekolah dengan program reguler, orang tua
tidak akan merasa khawatir, karena anak-anak akan berada seharian di sekolah
yang artinya sebagian besar waktu anak adalah untuk belajar, orang tua tidak
akan takut anak akan terkena pengaruh negatif.
Dalam
penerapannya, sistem fullday school harus memperhatikan juga jenjang
dan jenis pendidikan selain kesiapan fasilitas, kesiapan seluruh komponen
sekolah dan kesiapan program-program pendidikan agar tujuan dari diadakannya
sistem ini dapat tercapai.
Seperti
yang kita ketahui bahwa di Indonesia jenjang formal bagi SD/MI diperuntukkan
bagi usia 7-12 tahun, SMP/MTs diperuntukkan bagi anak usia 13-15 tahun dan
SMA/MA diperuntukkan bagi anak usia 15-18 tahun. Jika dilihat dari life
skillnya maka setiap jenjang memiliki orientasi yang berbeda sehingga sudah
seharusnya sekolah yang menerapkan sistem fullday
school memperhatikan perbedaan tersebut, dimana anak-anak usia SD tentu
porsi bermainnya lebih banyak daripada anak usia SMA. Jangan samapai sistem ini
merusak masa bermain mereka, masa dimana mereka harus berinteraksi dengan
sesama, orang tua dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Pada
dasarnya sistem pembelajaran full day school bukanlah hal yang baru.
Sistem ini telah lama diterapkan dalam tradisi pesantren melalui sistem asrama
atau pondok, meskipun dalam bentuknya yang sangat sederhana. Bahkan
jika ditarik ke belakang, sistem asrama telah dipraktikkan sejak masa pengaruh
Hindu-Budha pra-Islam.[12] Sistem
asrama dalam tradisi pesantren sangat kaya dengan pendidikan utuh dan integral
yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan formal lainnya. Lebih jelas Qodri
Azizy menilai: “Di dalam lembaga pendidikan pada umumnya sering dikecewakan
lantaran hanya mampu mewujudkan segi kognitif, sementara sangat lemah dan
terkadang nihil segi afektif dan psikomotoriknya. Di pesantren ketiga bidang
tersebut akan selalu dapat dipraktikkan dengan modal sistem 24 jam tadi. Justru
sangat mengutamakan pengamalan, oleh karena suatu ilmu tanpa ada pengamalan
dicap sebagai yang tak bermanfaat”.[13]
Dengan
diilhami oleh kelebihan sistem pondok/asrama dalam tradisi pesantren, sejumlah
sekolah mulai melakukan inovasi persekolahan melalui perintisan fullday
school yang dalam hal-hal tertentu sangat mirip dengan pesantren dengan
sejumlah modifikasi. Dengan demikian, konsep fullday school merupakan
modernisasi, bahkan sistematisasi atau modifikasi dari tradisi pesantren, yang
dalam batas tertentu pesantren kurang menyadari substansi pola kependidikan
yang diaplikasikannya karena sudah menjadi sebuah tradisi yang melekat--secara
inhern--dalam proses transformasi keilmuanya.
KESIMPULAN
Full
day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang
dilakukan mulai pukul 06.45-15.00. sehingga sekolah dapat mengatur jadwal
pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah
dengan pendalaman materi. Dari makna dan pelaksanaannya, full day
school sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya
informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan
inovasi dari guru.
Sistem
pembelajaran full day school bukanlah hal yang baru. Sistem ini telah
lama diterapkan dalam tradisi pesantren melalui sistem asrama atau pondok,
meskipun dalam bentuknya yang sangat sederhana. Bahkan jika ditarik
ke belakang, sistem asrama telah dipraktikkan sejak masa pengaruh Hindu-Budha
pra-Islam.
Dengan
sistem ini diharapkan anak didik memiliki produktifitas yang tinggi sehingga
mampu meminimalisir hal-hal negatif yang dimungkinkan dilakukan oleh anak
sebagai dampak dari pergaulannya dengan lingkungannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Azizy,
A. Qadri. Islam dan Permasalahan Sosial: Mencari Jalan Keluar. Yogyakarta:
LkiS. 2000.
Baharuddin. Pendidikan
dan Psikologi Perkembangan. Jogjakarta:Ar-Ruzz Media. 2009.
Basuki,
Salim. Full Day School harus Proporsional Sesuai dangan jenis waktu dan
jenjang sekolah dalam Baharudin. Pendidikan dan Psikologi
perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruuz Media. 2009.
E.
Mulyasa. Kepala Sekolah Profesional dalam Konteks Menyukseskan MBS dan
KBK. Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya. 2003.
Echols,
Jhon M. & Hassan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta:
Gramedia. t. th.
Hasan,
Nor. Full day School (Model Alternatif Pembelajaran bahasa Asing). Jurnal
pendidikan. Tadris. Vol 1. No 1. 2006.
Muhaimin. Paradigma
Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. tt.
Nawawi,
Hadari. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung. 1985.
Sismanto. Awal
Munculnya Sekolah Unggulan. Artikel. 2013.
http://penatintamerah.blogspot.com/2013/01/pendidikan-berbasis-full-day-school.html,
diakses pada tanggal 01 Mei 2013.
Ini Alasan Mendikbud
Usulkan "Full Day School"
Terkait
MALANG,
KOMPAS.com —
Menteri Pendidikan dan KebudayaanMuhadjir Effendy menggagas sistem "full day school"
untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta. Alasannya agar
anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih bekerja.
"Dengan
sistem full
day school ini
secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di
luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja," kata
Mendikbud di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (7/8/2016).
Menurut dia, kalau
anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas
sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja.
Selain itu,
anak-anak bisa pulang bersama-sama orangtua mereka sehingga ketika berada di
rumah mereka tetap dalam pengawasan, khususnya oleh orangtua.
Untuk aktivitas
lain misalnya mengaji bagi yang beragama Islam, menurut Mendikbud, pihak
sekolah bisa memanggil guru mengaji atau ustaz dengan latar belakang dan rekam
jejak yang sudah diketahui. Jika mengaji di luar, mereka dikhawatirkan akan
diajari hal-hal yang menyimpang.
Menyinggung
penerapan full
day school dalam
pendidikan dasar tersebut, mantan Rektor UMM itu mengatakan bahwa hal itu saat
ini masih terus disosialisasikan di sekolah-sekolah, mulai di pusat hingga di
daerah.
"Nantinya
memang harus ada payung hukumnya, yakni peraturan menteri (permen). Namun,
untuk saat ini masih sosialisasi terlebih dahulu secara intensif,"
ujarnya.
Sementara itu,
ketika berbicara di hadapan ratusan kader Muhammadiyah Kota Malang, Muhadjir
mengatakan, dirinya akan berupaya merestorasi pendidikan dasar dan menengah
(SD-SMP), termasuk pendidikan karakter bagi anak didik. Selain itu, ia juga
akan membenahi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan profesionalisme para
pendidik.
"Saya tidak
akan mengutak-atik masalah sertifikasi guru. Namun, harapan saya, profesionalisme
seorang guru juga harus ditingkatkan terus. Jangan ada guru yang tidak layak,
tetapi tetap saja menuntut sertifikasi, bahkan prosesnya minta
dipermudah," kata Mendikbud.
Menyinggung
pendidikan di jenjang SMA dan SMK, Muhadjir mengatakan akan mencari formulasi
yang tepat karena tidak semua lulusan SMA melanjutkan tahap pendidikan ke
perguruan tinggi, alih-alih memilih untuk bekerja. Namun, karena tidak memiliki
keterampilan dan keahlian, mereka akhirnya tidak bisa apa-apa di dunia kerja.
Walau demikian,
lulusan SMK pun tidak semuanya langsung bekerja. Ada yang tetap melanjutkan
tahap pendidikan ke perguruan tinggi. Meski mereka memiliki keterampilan sesuai
minat yang diambil di SMK, jika kualitasnya tidak ditingkatkan dan memiliki
keahlian yang memadai, mereka akan tergusur oleh tenaga kerja asing yang
memiliki sertifikasi internasional.
"Kondisi ini
yang akan kami carikan solusi agar kesenjangan dalam pendidikan bisa
diminimalkan," ujarnya.
Pengertian Full Day School
Full day school, berasal dari
bahasa Inggris, berarti sekolah sepanjang waktu namun pengertian Full day
school menurut istilah adalah sebuah sekolah yang membeiakukan jam belajar
sehari penuh antara jam 07.00-15.30/ 16.00.
Full day school, adalah
program sekolah di mana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di
sekolah. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih
banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak-anak dapat
berada di rumah lagi setelah menjelang sore.
Full day school merupakan
model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran agama secara intensif yaitu
dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman agama siswa. Dengan jam
tambahan dilaksanakan pada jam setelah sholat dhuhur sampai sholat ashar,
praktis nya sekolah model ini masuk pukul 07:00 WIB dan pulang pada pukul 15 :
30.
Menurut Sismanto, full day
school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran Islam
secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman
keagamaan siswa. Biasanya jam tambahan tersebut dialokasikan pada jam setelah
sholat Dhuhur sampai sholat Ashar, sehingga praktis sekolah model ini masuk
pukul 07.00 WIB pulang pada pukul 16.00 WIB.
Berangkat dari pengertian
tersebut, disimpulkan bahwa full day school adalah Sekolah umum yang memadukan
system pengajaran islam secara intensif dengan menambahi waktu khusus untuk
pendalaman keagamaan siswa.
Full day school sebenarnya
memiliki kurikulum inti yang sama dengan sekolah umumnya, namun mempunyai
kurikulum lokal. Dengan demikian kondisi anak didik lebih matang dari segi
materi akademik dan non akademik. Secara umum, full day school didirikan karena
beberapa tuntutan, diantaranya adalah: Pertama, minimnya waktu orang tua di
rumah, lebih-lebih karena kesibukan di luar rumah yang tinggi (tuntutan kerja).
Kedua, perlunya formalisasi jam tambahan keagamaan karena dengan minimnya waktu
orang tua di rumah maka secara otomatis pengawasan terhadap hal tersebut juga
minim. Ketiga, perlunya peningkatan mutu pendidikan sebagai solusi alternatif
untuk mengatasi problematika pendidikan. Peningkatan mutu tidak akan tercapai
tanpa terciptanya suasana dan proses pendidi kan yang representative dan
professional.
Gambaran mengenai program
full day school adalah :
Aspek kelembagaan,
kepemimpinan dan manajemen, mengacu kepada konsep yang dikembangkan sekolah
program full day school yang mengedepankan kemuliaan akhlaq dan prestasi
akademik. Kepemimpinan sekolah dipacu dengan peningkatan kualitas kepribadian,
peningkatan kemampuan manajerial dan pengetahuan konsep-konsep pendidikan
kontemporer yang didukung dengan kegiatan short-course, orientasi program, dan
studi banding, dimana program-program ini dilaksanakan secara simultan dan
kontinu.
Kualitas sumber daya full
day school dipilih dari guru-guru bidang studi yang professional, berkualitas
dan mempunyai integritas yang tinggi. Peningkatan kualitas tenaga kependidikan
seperti tenaga kependidikan seperti tenaga ahli perpustakaan, laborat dan
administrasi juga merupakan fokus garapan dalam peningkatan kualitas sekolah
program full day school. Program-program yang dikembangkan juga beragam dengan
melibatkan komite sekolah, pengawas, pendidikan, pengurus musyawarah guru mata
pelajaran.
Pemanfaatan sarana
prasarana pembelajaran dengan menggunakan Multimedia. Peningkatan mutu sarana
dan prasarana pendidikan untuk peralatan dan ruang laboratorium yaitu lab
fisika, biologi, bahasa, lab. komputer, matematika, IPS dan lainnya yang dapat
menunjang pelaksanaan pembelajaran di sekolah tersebut.
Kurikulum sekolah program
full day school juga digarap sedemikian rupa untuk memacu keunggulan dalam
aspek sains, keagamaan, bahasa berbasis informasi teknologi (IT), M uatan
lokal, keterampilan-keterampilan Vocational, dan ekstra kurikuler dan
pengembangan diri.
Kerjasama kelembagaan dan
menggerakkan dukungan masyarakat merupakan keunggulan sekolah islam yang memang
sudah menjadi khas, sebab pada dasarnya sekolah islam merupakan community based
education.
Program Full day
dilaksanakan melalui pendekatan Integrated Curriculum dan Integrated Activity.
Sedangkan pengembangan full day school diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
perkembangan anak. Pengembangan program ini dapat di lakukan melalui
pengembangan kurikulum dan pengelolaan KBM oleh guru dan pengelola yayasan/
lembaga yang bersangkutan.
Pengembangan kurikulum
harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
Dari pengembangan kurikulum ini diharapkan adanya perbaikan pengelolaan proses
KBM yang akan menunjang efektifitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak akan membantu anak mengoptimalkan
bakat, minat, dan potensi positifnya.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Richard I. Arends, Learning To Teacch,
(Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008). Sardiman,Interaksi Dan Motivasi Belajar
Mengajar. (Jakarta,PT Rajagrafi ndo Persada, 2010). John M. Echols
dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta PT Gramedia 2003).
No comments:
Post a Comment